5 Tanda Anak Telat Wicara atau Speech Delay

Posted on

Anak Telat Berbicara? Kadang sebagai orang tua kita sering dibingungkan seperti apa sih kategori anak telat wicara ini?

Berikut ini adalah 5 Gejala/Tanda anak mengalami terlambat bicara:
1. Keterbatasan Menguasai Kosakata
Secara umum, anak-anak pada usia 3 tahun harus sudah mampu menguasai sekitar 500 jenis kosakata. Nah jika anak Anda belum mampu menguasai kosa kata hingga 500 jenis, atau bahkan jauh di bawahnya, maka bisa jadi anak Anda mengalami keterlambatan bicara. Anda harus menyediakan waktu untuk menghitung jumlah kosa kata yang telah dikuasai oleh anak. Lakukan hal ini SEGERA karena ini adalah salah satu hal termudah yang bisa dilakukan sebagai orang tua.

2. Kesulitan Membuat Kalimat Sederhana
Pada rentang usia 2-3 tahun umumnya anak sudah harus bisa menggunakan beberapa kalimat sederhana yang terdiri atas rangkaian dua atau tiga kata, bisa mengajukan pertanyaan yang bisa dimengerti lawan bicaranya, serta mampu mengikuti bagian lirik lagu sederhana.
Anak pada usia ini umumnya juga sudah bisa menyebutkan setidaknya tiga bagian tubuh seperti mata, hidung, mulut. Jika di usia tiga tahun atau lebih anak masih belum bisa menunjukkan kemampuan di atas, waspadalah.

3. Kesulitan Menyebutkan Huruf Tertentu Dengan Jelas
Faktor utama dari perkembangan kemampuan bicara pada anak adalah belajar menggerakan mulut dan lidah secara koordinatif untuk mampu mengeluarkan suara huruf. Anak yang mengalami keterlambatan bicara biasanya akan mengalami kesulitan mengucap beberapa huruf tertentu. Kesulitan dalam mengucap huruf tertentu dapat mengakibatkan si kecil salah dalam menyebut sebuah kata.

4. Orang Lain Sulit Mengerti Keinginan Anak Anda
Orang tua yang sering berinteraksi dengan anaknya mungkin tidak terlalu peka lagi terhadap kesulitan penyampaian maksud dan keinginan anaknya. Untuk itu, ajak orang lain yang tidak terbiasa berada dalam lingkungan anak Anda dan mintalah dia mengamati apakah dia bisa mengerti tutur kata anak Anda. Kalau bisa ajak 3-5 orang dewasa yang berbeda agar bisa mendapatkan opini yang objektif. Jika sebagian besar mereka tidak mengerti tutur kata anak Anda, maka Anda patut waspada terhadap kemungkinan anak mengalami telat wicara.

5. Anak Lebih Banyak Menggunakan Bahasa Tubuh
Anak usia balita yang mengalami keterlambatan bicara biasanya lebih banyak menggunakan bahasa isyarat daripada berbicara langsung. Misalnya saat dia menginginkan satu barang dia hanya menunjuk-nunjuk barang tersebut tanpa disertai bicara, atau banyak menggunakan bahasa isyarat dengan disertai ucapan yang tidak jelas.

Jika Anda mendapati tanda-tanda di atas pada anak, maka JANGAN TUNDA untuk melakukan tindakan yang diperlukan.
Periksakan ke dokter anak untuk memeriksa system pendengaran, mata, dan juga kondisi larynx (pangkal tenggorokan) anak, apakah ada gangguan/kelainan tertentu. Jika semuanya dalam keadaan normal, maka kemungkinan anak mengalami gangguan pada system syaraf otaknya atau menyandang kebutuhan khusus (autisme, hiperaktif, ADHD atau ADD).

Gunakan juga jasa terapis professional untuk membantu anak belajar berbicara. Banyak orang tua yang berusaha mengajarkan sendiri anaknya untuk bisa berbicara, dan setelah beberapa waktu merasa frustrasi karena anak tidak menunjukkan kemajuan yang signifikan. Terapis professional memiliki tolok ukur yang sudah distandardisasi dan metode pengajaran tertentu yang tidak dikuasai oleh orang awam.

Meningkatkan Kecerdasan, Daya Tangkap, Konsentrasi, Mengendalikan Emosi Anak, Memperbaiki Sistem Pencernaan & Imunitas Anak. Tidak Mengandung Gula/Pemanis Buatan, AMAN untuk Anak. Info Lebih Lanjut Silakan SMS ke 0896 9967 1737 atau Pin BBM di 25CB027F

Meningkatkan Kecerdasan, Daya Tangkap, Konsentrasi, Mengendalikan Emosi Anak, Memperbaiki Sistem Pencernaan & Imunitas Anak. Tidak Mengandung Gula/Pemanis Buatan, AMAN untuk Anak. Info Lebih Lanjut Silakan SMS ke 0896 9967 1737 atau Pin BBM di 25CB027F

Berikan secara rutin 2 tablet Kids3 tiap pagi dan 3×1 sendok makan Clover Honey tiap sebelum makan pagi, siang, malam pada anaknya. Kids3 sangat bermanfaat untuk memaksimalkan perkembangan otak, meningkatkan konsentrasi dan kecerdasan anak, mengontrol emosi dan perilaku, meningkatkan kekebalan (imunitas) tubuh anak, mencegah infeksi/radang, memaksimalkan pertumbuhan fisik dan memaksimalkan koordinasi system syaraf motorik dan kemampuan koordinasi verbal (kemampuan wicara) pada anak.

Sementara Clover Honey adalah pemanis alami pengganti gula yang bagus untuk system pencernaan anak, bagus dikonsumsi anak berkebutuhan khusus (autism, ADHD, Hiperaktif, ADD, dll) karena bisa membuat anak lebih tenang, sekaligus menjaga kesehatan system pencernaan anak. Clover Honey juga bisa membantu mengatasi demam, batuk – pilek, mengencerkan dahak, mengatasi sariawan, sakit tenggorokan, radang amandel pada anak.

Kedua suplemen ini berbahan baku perlebahan murni, TANPA ZAT PENGAWET, TANPA ZAT KIMIA, dan TANPA ZAT TAMBAHAN apapun sehingga sangat aman dikonsumsi dan tidak ada efek samping dan tidak membuat ketergantungan.