Cegah dan Atasi Kejang Pada Balita

Posted on

Salah satu bentuk gangguan yang banyak terdapat pada balita adalah kejang balita. Kejang pada balita merupakan hal yang sering terjadi. Meskipun kejang pada balita dapat terjadi namun frekuensi kejang dapat hilang setelah bayi melewati masa balita.

Kejang pada bayi dapat terjadi karena adanya gangguan pada otak syaraf yang mengakibatkan kedutan pada tubuh bayi atau gerakan repetisi yang tidak dapat dikontrol. Kejang pada bayi biasanya diserta juga dengan kaku pada bagian wajah sehingga terkadang wajah bayi menjadi pucat dan berwarna kebiruan.

Kejang pada bayi tergolong tidak berbahaya namun kejang merupakan tanda bahwa adanya ketidakberesan pada tubuh bayi terutama pada otak. Kejang meskipun tidak berbahaya namun dapat menyebabkan gangguan perkembangan otak anak sehingga terkadang anak yang mengalami kejang dapat mengalami pertumbuhan yang terlambat dari anak sehat pada umumnya. Ini bisa berakibat anak menjadi terlambat berbicara, terlambat berjalan, bahkan bisa menyebabkan gangguan pada kecerdasannya.

Faktor pemicu pada anak dapat terjadi karena berbagai hal mulai dari penyakit, emosi yang tidak stabil hingga adalah kekurangan zat pada tubuh. Penyakit seperti demam hingga 40oC pada balita sangat berbahaya karena sakit panas pada usia balita dapat menyebabkan kejang dan kemungkinan adanya kerusakan sistem syaraf pada bayi.

Lalu faktor emosi, bayi yang cenderung memiliki emosi labil dan mengacu pada temperamental yang buruk kemungkinan besar bisa mengalami kejang karena bayi masih belum mampu mengungkapkan ekspresinya secara baik sehingga terkadang emosi tersebut meledak dan menyebabkan kejang.

Kekurangan zat tertentu pada tubuh seperti cairan elektrolit, mineral dan gizi juga dapat menyebabkan malnutrisi pada bayi dan dapat memicu kejang. Sebagian besar kasus kejang pada balita disebabkan oleh panas (demam) dan faktor pemicu terbesar kedua adalah adanya virus yang menyerang otak pada anak sehingga kerusakan pada anak seperti selaput otak dapat menyebabkan kejang mendadak pada anak.

Menghadapi kejang pada anak maka sebagai orang tua langkah pertama yang harus dilakukan adalah :
1. Tidak panik
2. Berikan ruang nafas yang cukup bagi balita
3. Jika balita demam maka segera lakukan tindakan kompres dengan air hangat, air hangat atau suam kuku paling cocok agar perbedaan suhu panas dengan kompres tidak terlalu jauh yang dapat memicu gangguan keras. Pengompresan sebaiknya dilakukan sebelum panas pada bayi mencapai 38oC
4. Miringkan posisi bayi agar menghindari tertutupnya saluran nafas yang mungkin dapat menyebabkan bayi tersedak.
5. Lepaskan pakaian atau aksesories yang ketat yang mungkin menyesakkan bayi
6. Segera bawa bayi menuju rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut

TIPS Menghindari Kejang Pada Anak:
Berikan 1 sendok makan CLOVER HONEY setiap 3 jam sekali pada balita yang mengalami demam dan juga 2 tablet HD Kids 3 setiap 6-10 jam sekali (tergantung tingkat keparahan penyakitnya) karena CLOVER HONEY bisa membantu menurunkan demam secara cepat sementara HD Kids 3 yang adalah antibiotika alami tanpa efek samping membantu meningkatkan stamina anak, mengatasi infeksi/radang dan mempercepat proses penyembuhan.

Ampuh Menurunkan Demam & Mempercepat Penyembuhan Sakit Pada Anak. Silakan SMS ke 0896 9967 1737 atau Pin BBM di 25CB027F untuk Info Lebih Detil

Ampuh Menurunkan Demam & Mempercepat Penyembuhan Sakit Pada Anak. Silakan SMS ke 0896 9967 1737 atau Pin BBM di 25CB027F untuk Info Lebih Detil

Kunci utama dalam menghadapi kejang adalah tidak panik, karena banyak sekali orang tua yang mudah panik ketika melihat ada sesuatu yang tengah terjadi pada anak mereka dan seringkali orang tua kehilangan akal dan bingung untuk menentukan tindakan harus dilakukan, sehingga ini malah mengakibatkan keterlambatan penanganan.