Cegah dan Obati Gangren (Gangrene)

Posted on

Gangren adalah sebuah penyakit yang disebabkan oleh matinya sel (necrosis) pada suatu jaringan tubuh sehingga jaringan tubuh tersebut misalnya jari kaki akhirnya mengalami kerusakan sel dan kehilangan fungsinya. Penyakit gangrene merupakan kondisi di mana kurangnya suplai darah pada jaringan tersebut sehingga sel tersebut mati dan tidak bisa diperbaharui.

Penyakit gangrene merupakan penyakit yang langka pada manusia yang sehat namun pada penderita diabetes penyakit gangrene merupakan penyakit yang biasanya muncul akibat adanya luka atau infeksi pada penderita diabetes maupun perokok yang sudah dalam jangka lama.

Gangrene sendiri masih dapat diobati jika masih dalam keadaan jaringan yang masih mampu meregenarasi namun jika gangrene sudah berada pada posisi yang berbahaya maka kemungkinan besar bagian tubuh yang sudah rusak harus diamputasi agar tidak menjalar ke bagian tubuh di sekitarnya.

Gangrene dapat dibedakan berdasarkan macam infeksinya seperti gangrene basah, gangrene kering, gangrene gas dan gangrene dalam.

Pada umumnya gangrene berhubungan erat dengan penyakit diabetes. Pada penderita diabetes kandungan oksigen yang ada di dalam darah sangat minim sehingga ketika tubuh meminta oksigen yang digunakan untuk proses regenerasi sel tidak dapat dipenuhi maka sel akan mati. Meskipun sebagian besar penyebab gangrene terjadi karena adanya faktor diabetes namun orang yang memiliki masalah dengan sistem kekebalan tubuh juga dapat mengalami gangrene ketika mereka terluka.

Ketika penderita gangrene mengalami luka, maka luka yang terbuka tidak boleh dalam keadaan lembab karena semakin lembab dan basah luka maka proses pembusukan jaringan akan semakin cepat. Sehingga orang yang menderita gangrene harus ekstra hati hati ketika melakukan aktifitas.

Selain harus menghindari keadaan basah, luka juga tidak boleh kotor, sama seperti ketika kita terjatuh dan luka menjadi borok namun pada penderita gangrene luka borok tidak akan mengering dan makin hari keadaannya semakin memburuk.

Untuk mengetahui apakah kita memiliki potensi penyakit gangrene dapat dilakukan dengan cara medis yang akurat seperti :
1. Tes darah
Tes darah dapat dilakukan terhadap calon penderita gangrene. Dalam tes darah, kadar zat dalam darah seperti gula, kolesterol dapat diukur secara akurat untuk memprediksi potensi penyakit gangrene. Tes darah juga dapat mengetahui sel jaringan yang sudah mati sehingga sebelum gangrene menjadi parah jaringan yang rusak dapat diperbaiki sehingga tidak perlu diamputasi.

2. Kultur darah
Media ini digunakan untuk mengukur tingkat “kebersihan” darah. Karena dalam kultur darah, darah yang diambil dapat diketahui apakah darah telah diserang oleh bakteri atau steril. Darah yang kurang steril kemudian diteliti di dalam microscope untuk melihat mengidentifikasi bakteri.

3. Sel gangrene
Mengambil sel luka yang berpotensi sebagai gangrene. Sel kulit yang diambil ini kemudian diteliti lebih lanjut untuk mengetahui positef atau tidaknya gangrene

4. Radiologi
Xray, CT Scan atau MRI dapat digunakan untuk mendeteksi saluran darah yang mungkin saja tersumbat sehingga bagian tubuh yang tersumbat dapat diatas sebelum bagian tubuh tersebut kekurangan opksigen dan akhirnya mengalami kerusakan.

Untuk mengobati gangrene dapat dilakukan berbagai cara. Yang pertama adalah mengkonsumsi BEE PROPOLIS 3X1 tablet setiap hari. Bee Propolis adalah antibiotika alami yang ditujukan untuk membunuh bakteri yang masuk. Disamping itu, oleskan ALOE PROPOLIS CREAM pada permukaan luka yang sudah dibersihkan 3x sehari. Ini untuk membantu agar luka bisa cepat mengering dan mencegah luka agar tidak terinfeksi dari luar. Untuk mempercepat proses regenerasi sel yang sehat, disarankan konsumsi 2×1 sdt ROYALE JELLY LIQUID.

Info Lebih Lanjut silakan SMS ke 0896 9967 1737 atau Pin BBM di 25CB027F

Info Lebih Lanjut silakan SMS ke 0896 9967 1737 atau Pin BBM di 25CB027F

Jika kondisi gangrene sudah memasuki tahap pembusukan jaringan, harus dilakukan bedah untuk mengangkat jaringan yang mati sebelum menjalar kebagian tubuh lainnya, dan jika kondisi gangrene sudah parah dan tidak memungkinkan untuk diobati maka dengan terpaksa harus melakukan amputasi agar tidak menjalar ke bagian tubuh yang sehat.