Diet Sehat Penderita Asam Lambung Tinggi

Posted on

Penderita asam lambung berlebih atau sering disebut sebagai sakit maag adalah penyakit yang banyak diderita oleh masyarakat Indonesia. Jadwal makan yang tidak teratur, kurang menjaga asupan makanan seperti terlalu banyak mengkonsumsi makanan pedas saat perut kosong atau makanan yang kecut.

Penyebab sakit maag tersebut sering kali diabaikan oleh masyarakat sehingga yang pada awalnya hanya asam lambung berlebih menjadi penyakit tungkak lambung (tukak lambung) yang jauh lebih berbahaya dibandingkan dengan sekedar sakit maag.

Pemicu asam lambung berlebih paling banyak disebabkan oleh kesalahan manusia yang tidak tahu bagaimana menjaga kesehatan dari lambung. Makanan yang dapat memicu asam lambung sebenarnya sangat berbahaya jika kita tidak tahu, karena makanan seperti ketan, sayur kol, kopi yang sering sekali kita jumpai sehari hari merupakan makanan dan minuman pemicu asam lambung yang cukup kuat. Dan ketika perut kita dalam keadaan kosong lalu kita mengkonsumsi makanan yang kurang tepat maka dengan segera asam lambung kita meningkat dan akibatnya kita terkena sakit maag.

Bagi seseorang yang sudah memiliki penyakit asam lambung tinggi maka sangat dianjurkan bagi orang tersebut untuk mengatur pola makan agar makanan yang masuk ke dalam dapat membantu metabolisme agar tidak sampai kambuh. Jika penderita asam lambung tinggi tidak mengatur pola makannya maka akibatnya akan membahayakan, yang pada awalnya hanya asam lambung yang tinggi jika diabaikan dan tidak melakukan tindakan segera, maka dapat menjadi lebih parah. Dan yang dikuatirkan jika lambung sudah terluka maka dapat menjadi pemicu penyakit kanker lambung bahkan kanker usus yang dapat mengancam jiwa.

Pola makan yang baik dapat dikontrol dari berbagai bentuk dan variasi yang bertujuan untuk mengatur agar asam lambung tidak sampai menyebabkan gangguan.

Cara menjaga pola makan tersebut antara lain :
1. Menjaga agar perut tetap terisi.
Lambung manusia pada umumnya diciptakan untuk mengolah makanan sehari 3x. Ketika seseorang menghilangkan jatah makan maka akan terjadi gangguan metabolism. Gangguan tersebut dapat beresiko besar atau kecil tergantung dari ketahanan tubuh setiap manusia yang berbeda satu sama lain. Disarankan untuk makan 4-5 jam sekali, jika kita dalam keadaan yang tidak memungkinkan untuk makan maka sediakan snack yang dapat mengisi perut agar asam lambung tidak meningkat. Snack tersebut dapat berupa coklat atau roti yang dapat membantu menahan lapar.

2. Menghindari makanan yang dapat memicu asam lambung
Makanan yang pedas, berminyak, kecut (asam) dan mengandung gas dapat memicu asam lambung meningkat untuk itu makanan yang pedas, berminyak atau minuman yang kecut lebih baik dihindari agar asam lambung tidak meningkat. Contoh makanan dan minuman yang tidak cocok untuk penderita asam lambung seperti kopi, teh, ketan, susu, alkohol, atau makanan dan minuman yang pekat seperti teh yang pekat.

Info Lebih Lanjut, silakan SMS ke 0896 9967 1737 atau Pin BBM di 25CB027F

Info Lebih Lanjut, silakan SMS ke 0896 9967 1737 atau Pin BBM di 25CB027F

3. Secara rutin, konsumsi 1 sendok makan CLOVER HONEY dan 1 tablet ENZYMEMINERALS setiap 15 menit sebelum makan untuk membantu melapisi dinding lambung dan memperbaiki sistem pencernaan secara keseluruhan.
Setiap saat apabila perut/lambung terasa perih, mual dan panas, konsumsi 1 sendok makan CLOVER HONEY untuk menetralisir asam lambung dan meredakan rasa tidak nyaman pada perut/lambung.

4. Mengkonsumsi makanan sehat
Mengkonsumsi makanan yang segar dan sehat seperti sayuran dan bebas bahan kimia akan membantu menjaga asam tetap pada batas. Minuman herbal seperti jamu juga dapat membantu untuk menjaga lambung sehat. Selain itu makanan dalam kemasan juga harus dihindari karena selain tidak menyehatkan, konsumsi makanan instant dapat merusak lambung dengan cepat karena kandungan kimiawi yang tidak baik bagi tubuh.