Difteri dan Penanganannya

Posted on

Bakteri merupakan sel tunggal yang hidup diantara kita manusia. Bakteri ada yang bersifat baik dan bermanfaat bagi manusia seperti di ragi pada makanan untuk fermentasi dan kegunaan lainnya.

Kebanyakan bakteri lainnya merupakan mayoritas dari jenis bakteri yang merugikan manusia.

Bakteri yang merugikan manusia sebagian besar adalah bakteri patogen penyebab penyakit manusia, mulai dari penyakit yang ringan seperti radang atau infeksi ringan hingga penyakit mematikan yang dapat menyebabkan kematian seperti difteri, TBC, Tetanus, dsb.

Penyakit berbahaya seperti difteri adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang menyerang saluran pernafasan manusia, difteri disebabkan oleh bakteri  Corynebacterium diphtheriae.

Bakteri ini menyebabkan kematian ketika dunia medis masih belum maju. Penyakit difteri sangat rentan terhadap anak kecil yang berumur kurang dari 10 tahun dibandingkan dengan orang yang sudah tumbuh dewasa.

Difteri dapat menular melewati hubungan secara langsung atau melewati udara sehingga penyakit difteri akan sangat mudah menular dari satu korban menuju korban lain. Dan parahnya sebagian besar orang yang telah dinyatakan sembuh dari difteri akan mengalami kecacatan pada syaraf atau otot mereka.

Namun sekarang karena kemajuan teknologi maka penyakit difteri yang dulu berbahaya sudah tidak membahayakan dan dapat mudah dideteksi sehingga korbannya, terutama anak kecil dapat terhindar dari kerusakan otot syaraf.

Gejala awal difteri adalah sakit tenggorokan, sesak nafas, sulit bernafas, lemas, mengeluarkan lendir  hingga amandel yang membengkak sehingga menutupi saluran pernafasan yang menyebabkan penderita kesulitan untuk mengambil oksigen. Sebelum menjadi lebih parah maka menangani difteri pada tingkat gejala akan jauh memudahkan pengobatan untuk membunuh bakteri difteri.

Ketika orang yang mengalami gejala difteri baik anak maupun orang dewasa maka perlu penanganan segera agar kerusakan yang ditimbulkan bakteri tidak menyebabkan kerusakan permanen.

Paket Solusi Difteri (HBP+CH+Beeprop)

Salah satu cara menangani difteri adalah :
Melakukan vaksinasi DPT / HB pada balita sehingga mereka akan memiliki kekebalan tubuh terhadap bakteri difteri yang mungkin saja masuk ke dalam tubuh. Imunisasi sangat dibutuhkan karena sistem imun pada balita masih belum sempurna sehingga perlu adanya bantuan dari luar tubuh untuk menambah kekuatan sistem imun.
Melakukan pengobatan dengan penicillin atau antibiotic yang bertujuan untuk membunuh kuman dan membersihkan racun yang diproduksi bakteri penyebab rusaknya sistem pernafasan pada manusia.

Membersihkan lingkungan tempat tinggal
Lingkungan yang bersih akan menghindarkan kita dari penyakit penyakit yang dapat menyebabkan kita sakit. Tidak hanya lingkungan namun kebersihan diri kita mulai dari rambut, kulit, hingga kuku juga perlu diperhatikan agar diri kita bersih dan terhindar dari penyakit yang disebabkan oleh bakteri maupun virus.

Memeriksakan diri secara rutin.
Memeriksakan diri ke dokter atau melakukan general check secara rutin misal setahun sekali. Sehingga kesehatan kita tetap terjaga dan jika ada gejala penyakit dapat terdeteksi yang akan memudahkan pengobatan sebelum menjadi penyakit kronis

Menghindari kontak langsung dengan penderita difteri
Ketika berhadapan dengan penderita difteri, tidak hanya penderita difteri tetapi juga orang yang tidak menjaga sanitasi / kebersihan tubuhnya maka kita harus menjaga posisi kita agar tidak sampai terjadi penularan. Bukan berarti anda tidak berteman atau menjauh namun cukup jaga kontak secara langsung untuk meminumkan resiko penularan.

Berhubung dengan sangat berbahayanya bakteri yang masuk ke dalam tubuh manusia maka kita harus waspada dan berjaga jaga agar makanan yang kita konsumsi hingga lingkungan tempat tinggal kita tetap steril dari bakteri. Lingkungan dan tubuh yang bersih akan menjauhkan kita dari penyakit.