Gula vs. Autisme

Posted on

Untuk berkembang dengan optimal maka seorang anak harus memenuhi seluruh gizi dan nutrisi yang diperlukan tubuh untuk bertumbuh. Nutrisi ini dapat diambil dari menu makanan 4 sehat 5 sempurna yang mampu melengkapi sumber nutrisi anak.

Namun demikian, perlu perhatian khusus pada anak dengan autisme bahwa sumber makanan anak autis perlu dibedakan dari anak kebanyakan lainnya. Hal yang membedakan menu makanan anak autis dan anak pada umumnya adalah asupan gula.

Meningkatkan Kecerdasan, Daya Tangkap, Konsentrasi & Imunitas Anak.  Info Lebih Lanjut Silakan SMS ke 0896 9967 1737 atau Pin BBM di 25CB027F

Meningkatkan Kecerdasan, Daya Tangkap, Konsentrasi & Imunitas Anak. Info Lebih Lanjut Silakan SMS ke 0896 9967 1737 atau Pin BBM di 25CB027F

Gula pada umumnya berperan sebagai sumber energi bagi orang yang kemudian digunakan untuk tenaga bagi kegiatan sehari harinya. Namun gula yang dibutuhkan oleh anak pada umumnya ternyata tidak baik bagi anak penyandang autis. Gula yang berperan sumber tenaga ini HARUS sangat dibatasi asupannya pada anak autis karena dapat membuat perilaku anak autis semakin tidak terkendali.

Autisme sendiri adalah gangguan pada sistem syaraf yang terdapat pada otak sehingga menyebabkan berbagai gangguan seperti keterlambatan motorik (berbicara dan berpikir). Keterlambatan perkembangan ini akhinya mengakibatkan lamanya pertumbuhan baik psikologis maupun fisik penderita autisme.

Mengenai asupan gula yang tidak cocok bagi penderita autisme bukanlah berasal dari gula itu sendiri, namun kandungan di dalamnya yaitu glukosa yang terdapat pada banyak jenis makanan seperti nasi, permen, minuman bersoda, jus dan makanan lain yang tinggi karbohidrat serta gula.

Tingginya karbohidrat dalam darah penderita autis akan menyebabkan tingkat autisme semakin meningkat, layaknya menyiram bensin ke dalam api yang akan semakin membesar dan membuat otak serta syaraf tidak dapat berkembang.

Asupan karbohidrat dan gula yang tidak dikontrol akan membuat gula darah naik turun sehingga aktifitas tubuh, konsentrasi, fokus dan daya tangkap anak akan terlambat dan kelamaan akan rusak.

Bagi penyandang autisme asupan gula atau pemanis yang bersifat sintetik seperti pemanis buatan (sukrosa,dll) dapat dikategorikan sebagai racun dibandingkan dengan pemanis alami karena selain berbahaya bagi kesehatan, pemanis buatan dapat merusak tingkat gula darah bagi penyandang autis.

Agar tingkat autisme dapat dikontrol maka penyandang autisme harus menjaga porsi makanan mereka. Dengan diet yang tepat maka perkembangan otak dapat berkembang sedikit demi sedikit. Diet yang disarankan bagi penyandang autis adalah makanan yang rendah karbohidrat seperti beras merah, makanan bebas gluten (gluten free), keju, susu, mentega, kopi, mayonais dan segala jenis makanan yang mengandung lemak dan kafein.

Bahan Makanan Bebas Gluten

Selain kontrol asupan makanan yang harus dijaga dengan ketat, kondisi lingkungan dan terapi teratur harus dilakukan agar anak autis dapat berkembang. Pengajaran orang tua terhadap anak agar keahlian sosial anak autis dapat berkembang. Selain itu kebiasaan baik yang dilakukan terus menerus dapat menjadi pelajaran yang baik bagi penyandang autis. Lingkungan kondusif yang didukung dengan asupan makanan yang terkontrol akan memperbaiki autisme lebih cepat dengan hasil yang lebih baik.