Mengenal Apraxia atau Apraksia

Posted on

Sulit berbicara merupakan hal yang umum terjadi pada anak namun kesulitan berbicara juga dapat berarti adanya gangguan pada anak. Sulit berbicara adalah hal yang normal pada anak jika sulit berbicara terjadi karena anak memiliki daya tangkap yang kurang cepat ataupun situasi yang kurang kondusif seperti kurangnya interaksi lingkungan, namun jika sulit berbicara terjadi karena gangguan maka orang tua harus segera mendeteksi dan mengatasinya dengan segera.

Salah satunya adalah gangguan Apraxia yaitu gangguan sulit berbicara yang dikarenakan gangguan syaraf pada bagian mulut seperti bibir, rahang maupun lidah sehingga anak akan sulit untuk mengutarakan informasi sehingga anak menjadi sulit berbicara. Apraxia terjadi bukan karena gangguan intelegensi pada anak namun karena syaraf motorik pada anak yang mengalami gangguan sehingga sulit menggerakan bagian mulut dan sekitarnya.

Meningkatkan Kecerdasan, Daya Tangkap, Konsentrasi, Mengendalikan Emosi Anak, Memperbaiki Sistem Pencernaan & Imunitas Anak.  Info Lebih Lanjut Silakan SMS ke 0896 9967 1737 atau Pin BBM di 25CB027F

Meningkatkan Kecerdasan, Daya Tangkap, Konsentrasi, Mengendalikan Emosi Anak, Memperbaiki Sistem Pencernaan & Imunitas Anak. Info Lebih Lanjut Silakan SMS ke 0896 9967 1737 atau Pin BBM di 25CB027F

Kemunculan Apraxia sering kali tidak dideteksi oleh orang tua karena gejala Apraxia berbeda pada anak satu dengan anak lainnya sehingga orang tua akan sulit untuk menyamakan kemampuan berbicara anak. Gejala gejala Apraxia berupa seperti :
1. Pada usia bayi,penderita kurang meracau
2. Sulit menggabungkan kata kata
3. Tidak ada nada yang jelas pada kata kata
4. Sulit makan karena sulit mengunyah akibat control mulut yang kurang
5. Kesulitan menirukan kata kata
6. Orientasi untuk melakukan interaksi tinggi namun secara verbal terhambat
7. Bahasa tubuh berkembang namun sulit berbicara

Apraxia tidak hanya menyebabkan gangguan bicara namun juga menghambat perkembangan pada bagian wajah anak termasuk ekspresi sehingga anak akan tampak seperti kurang ekspresif karena otot yang tidak berkembang. Namun dibalik itu penderita Apraxia seringkali memiliki kemampuan untuk mengerti bahasa jauh lebih baik dibandingkan kemampuannya untuk berbicara.

Penanganan Apraxia sendiri cenderung ke arah terapi karena syaraf motorik yang menyebabkan gangguan bicara jika dilatih secara terus menerus dapat memperbaiki kemampuan bicara. Hingga saat ini secara medis masih belum ada obat yang secara efektif maupun dikhususkan untuk mengatasi Apraxia. Langkah selanjut yang harus dilanjutkan oleh orang tua adalah terus mengajak interaksi social antara anak dan orang tua, mengkondisikan lingkungan yang mengajak anak untuk berinteraksi baik secara verbal, nonverbal maupun secara kontak fisik. Perlu juga bagi orang tua untuk terus mengajarkan pada penderita, diharapkan agar anak tidak tertinggal secara kognitif dan motorik sendiri mengajarkan pada penderita Apraxia juga memerlukan kesabaran meskipun daya tangkap anak tidaklah lama namun untuk mengkomunikasikan karena sulit.

Terus belajar dan menyemangati anak merupakan kunci agar anak terus berkuang melawan Apraxia, jika anak dapat mengatasi Apraxia maka perkembangan pada anak dapat terus berjalan layaknya anak normal.