Penyebab dan Mencegah Keguguran

Posted on

Keguguran mungkin menjadi kekhawatiran tersendiri bagi para kaum ibu hamil. Seorang wanita yang mengalami proses kehamilan akan melakukan seluruh keperluan yang dibutuhkan untuk berhasil melahirkan seorang anak. Hingga pada akhirnya ibu yang mengalami keguguran akan mengalami stress yang menhantui akibat gagal memiliki momongan.

Pada umumnya keguguran adalah sesuatu yang dapat terjadi karena proses keguguran dapat dipengaruhi oleh berbagai penyebab yang dapat berasal dari ibu, janin, maupun faktor lainnya.

Nyatanya keguguran tidak hanya memiliki pengaruh yang buruk pada janin, keguguran juga berdampak ibu baik kesehatan maupun secara mental. Keguguran menandakan adanya kesalahan dalam proses kehamilan yang seharus dapat diatasi jika dapat dideteksi dengan dini.

Sebagian besar kasus keguguran terjadi dikarenakan keterlambatan penanganan sehingga keguguran sudah tidak dapat ditangani. Sebaliknya dengan tanggap terhadap waspada dan tahu apa penyebab keguguran akan mengurangi resiko keguguran sedini dan seminim mungkin.

Rata rata resiko keguguran pada ibu hamil akan berkurang setelah janin memasuki umur 3 bulan ke atas di mana kekuatan janin untuk bertahan hidup sudah satu tahap lebih baik dibandingkan umur 3 bulan ke bawah. Proses keguguran adalah keluarnya janin sebelum waktunya (prematur), dengan demikian keguguran terjadi karena gangguan bukan dikarenakan oleh diri sendiri.

Karena penyebab keguguran cukup banyak dan setiap kasus terjadi berbeda beda namun dapat ditarik benang merah yang merupakan faktor utama penyebab keguguran yaitu :
1. Adanya kelainan pada ibu
Kelainan hormonal dan sistem imunitas pada ibu dapat menyebabkan keguguran. Sangat luas kemungkinan kelainan yang dapat terjadi pada ibu sehingga cara yang paling tepat adalah dengan memeriksakan diri sebelum menjalani proses kehamilan. Dengan demikian dokter dapat memberikan tindakan pencegahan untuk menghindari keguguran.

2. Serangan penyakit
Serangan penyakit umum menjadi penyebab keguguran seperti penyakit TORCH atau serangan virus maupun bakteri yang masuk ke tubuh dan dapat mengganggu janin.

3. Kelainan perkembangan embrio
Adanya kelainan dalam proses membelah diri pada embrio sehingga kemungkinan embrio berhenti berkembang dan akhirnya mengalami keguguran.

4. Toksin
Toksin atau racun yang masuk ke dalam tubuh melawati makanan maupun rokok atau minuman beralkohol yang dapat merusak perkembangan janin. Oleh sebab itu ibu harus sangat berhati hati dengan mengkonsumsi apa yang dikonsumsi.

5. Gaya hidup kurang sehat
Kurang berolahraga, mengkonsumsi makanan yang dapat menyebabkan keguguran maupun tidak menjaga kondisi bayi dapat menjadi penyebab keguguran.

Pada umumnya keguguran dapat terjadi pada setiap ibu hamil namun resiko keguguran dapat semakin bertambah jika wanita yang akan menjalani kehamilan memiliki faktor usia yang lebih dari pada umumnya, memiliki kelainan pada rahim, adanya penyakit seperti kista yang dapat mengganggu kesuburan pada wanita, mengalami kecacatan pada genetic sehingga kromosom yang dimiliki oleh orang tua baik ayah maupun wanita tidak sempurna.

Pada umumnya dengan hidup sehat dan memeriksakan diri ke dokter akan mengurangi resiko keguguguran secara dratis. Jaga apa yang dkonsumsi oleh ibu karena apa yang dikonsumsi oleh ibu juga dikonsumsi oleh janin, bersihkan juga lingkungan rumah agar kotoran dan penyakit yang dapat menyebabkan keguguran. Serta kurangi aktifitas yang berat karena aktifitas berat dapat menyebabkan air ketuban pecah yang merupakan penyebab lahir prematur.

Info lebih lanjut silakan SMS ke 0896 9967 1737 atau Pin BBM di 25CB027F

Info lebih lanjut silakan SMS ke 0896 9967 1737 atau Pin BBM di 25CB027F

Catatan:

Mengkonsumsi suplemen perlebahan alami bernutrisi tinggi bisa membantu memperkuat fisik ibu hamil dan memperkecil resiko terjadi keguguran pada janin/calon bayi.