Bagaimana Cara Mendeteksi Autisme pada Anak Sejak Dini

Posted on

Gangguan Spektrum Autistik (GAS) atau yang dikenal dengan autisme merupakan gangguan perkembangan yang menyebabkan anak mengalami kesulitan komunikasi.

Secara klinis autisme ditandai oleh tiga gejala utama yaitu gangguan interaksi sosial, terganggunya komunikasi dua arah baik verbal maupun nonverbal, pola perilaku atau minat yang terbatas dan disertai gerakan berulang tanpa tujuan dengan intensitas bermakna.

Gejala GAS biasanya muncul di usia dini. Perlu dicermati pada usia 0-3 tahun karena munculnya di bawah usia 36 bulan (di bawah usia 3 tahun). Ada beberapa gejala autisme yang bisa dikenali orangtua sejak dini. Misalnya, pada usia 12 bulan anak belum bisa menunjuk apa yang diinginkannya dan mengoceh. Anak juga tidak bisa melihat ke benda yang ditunjuk orang lain dari jauh.

Menunjuk yang dimaksudkan di sini adalah anak menggunakan jari telunjuknya. Jadi jika anak mengangkat tangan dengan lima jari mengarahkan ke suatu objek/benda, ini bukan menunjuk. Anak yang usianya 12 bulan belum bisa menunjuk menggunakan jari telunjuknya, ini sudah merupakan suatu “peringatan” bagi orang tua yang harus diwaspadai.

Gejala lainnya yang patut diwaspadai pada anak adalah, kemampuan bicara anak perlahan menghilang. Padahal, saat usia 1-1,5 tahun, anak terlihat pintar mengoceh. Namun ketika usia bertambah, kemampuan wicara ini seakan menurun atau stagnan.

Kemudian, waspadai juga bila dipanggil namanya, anak tidak merespon atau menoleh. Bahkan, tidak bisa mengucap satu kata pun hingga usia 16 bulan.

Pada usia 10 bulan ke atas biasanya anak mulai bisa ucap ” pap”, “mam”, atau “mamam”. Kalau belum ada satu kata apapun bisa diucapkan anak pada usia 10 bulan, jangan diremehkan. Kebanyakan orang tua menganggap anaknya hanya mengalami keterlambatan wicara biasa saja sehingga tidak ditindaklanjuti dengan segera. Hal inilah yang nantinya akan membawa dampak negatif yang sangat besar untuk masa depan anaknya kelak.

Anak dengan autisme juga hilang kemampuan sosial nya pada usia kapan saja dan tidak bisa main pura-pura. Ia seperti asik dengan dunianya sendiri saat bermain.

Anak dengan autisme butuh penanganan intensif dan berbagai terapi tergantung kondisinya. Semakin dini dilakukan penanganan, hasilnya akan lebih baik.

Memberikan suplemen yang tepat dan menjalankan diet yang diperlukan untuk anak berkebutuhan khusus serta memberikan terapi yang dibutuhkan, akan sangat membantu perkembangan anak berkebutuhan khusus.

chkids3

Info: Pin BBM di 2bfe6f71 atau WA/SMS 081.234.309.255

Kids3 dan Clover Honey adalah 2 suplemen berbahan HERBAL PERLEBAHAN yang sangat disarankan untuk dikonsumsi anak berkebutuhan khusus, karena membantu anak untuk lebih fokus, mengakselerasi kemampuan otak anak, membantu mengembangkan sistem koordinasi syaraf pada otak sehingga mempercepat terbangunnya kemampuan komunikasi verbal (kemampuan wicara) dan sistem motorik halus dan kasar pada anak berkebutuhan khusus, serta bisa meredam perilaku hiperaktif pada anak.


Gejala dan Tanda Anak Mengalami Keterlambatan

Posted on

Mulai usia 12 bulan, jika anak Anda TIDAK MAMPU melakukan hal-hal di bawah ini, maka ANDA HARUS SEGERA BERTINDAK:

1. Usia 12 – 15 Bulan:
Di rentang usia ini, anak Anda sudah harus mampu mengatakan beberapa kata sederhana seperti mama, papa.
Anak juga sudah harus mampu melakukan aktifitas berikut ini :
• Menunjuk sesuatu dengan jarinya
• Melambaikan tangan
• Mengeluarkan suara

2. Usia 18 – 24 Bulan:
Di rentang usia ini, anak Anda sudah harus mampu menunjukkan beberapa bagian tubuh seperti hidung, gigi, mata, telinga, dll.
Anak juga harus mampu:
• Menirukan tindakan dan suara tertentu, misalnya menirukan suara binatang anjing, kucing, dll.
• Berbicara MINIMAL 15-20 kata dan merangkai 2-3 kalimat singkat yang sederhana.

3. Usia 19 – 24 Bulan:
Saat mencapai usia ini, anak sudah HARUS BISA mempelajari 5-10 kata baru setiap minggunya.
Anak juga harus bisa melakukan beberapa aktifitas berikut ini:
• Mengikuti perintah dan petunjuk
• Menggunakan kata-kata spontan seperti: auw, wow, hore dll.
• Bisa mengidentifikasikan setiap anggota keluarganya dengan baik dan benar.

Kebanyakan orangtua berpikir bahwa anak-anak mereka tidak mau mengikuti instruksi mereka. Kadang-kadang, hal ini bisa juga akibat dari alasan yang lain, seperti gangguan pada sistem pendengaran dan penglihatan. Hal seperti ini umumnya juga menyebabkan keterlambatan bicara.

Beberapa Penyebab Keterlambatan pada Anak:
Telat wicara pada anak adalah hal yang paling banyak ditemukan. Ada beberapa alasan yang melatarbelakangi mengapa anak mengalami keterlambatan, misalnya:
• Gangguan pada system syaraf pendengaran.
• Autisme, yang mambuat anak tidak mampu menjalani kehidupan social.
• Ketidakmampuan anak dalam mempelajari suatu hal baru.
• Paparan bahasa yang berbeda pada suatu waktu.
• Masalah di otak atau sistem saraf pusat.
• Masalah pada pangkal tenggorokannya.

Masalah keterlambatan bisa membawa dampak yang SANGAT SERIUS pada masa depan anak. Karena itu JANGAN DIANGGAP ENTENG dan JANGAN DIMAKLUMI begitu saja apabila Anak Anda mengalaminya. JANGAN PERNAH menganggap bahwa Anak akan bisa mengejar ketertinggalan dengan sendirinya kelak. Ini adalah anggapan yang SALAH karena Anda tengah MEMPERTARUHKAN MASA DEPAN ANAK ANDA sendiri.

Berikut adalah beberapa hal yang bisa terjadi pada anak yang saat kecil mengalami keterlambatan:
• Anak cenderung mengalami masalah perilaku, sosial dan emosional, baik di masa kanak-kanak hingga dewasa.
• Anak akan mengalami penurunan kecerdasan secara bertahap sehingga bisa jadi saat dewasa kelak dia akan mengalami kesulitan dalam belajar dan juga dalam mengerjakan sesuatu.
• Anak akan mengalami kesulitan dalam membaca dan memahami sesuatu.
• Anak akan mengalami masalah dalam pergaulannya sehari-hari karena akan sering menjadi bahan ejekan oleh teman-temannya.
• Anak akan mengalami kesulitan dalam berkomunikasi
• Anak akan kurang percaya diri dan memiliki harga diri yang cenderung rendah.
• Kebanyakan anak yang masa kecilnya memiliki masalah keterlambatan cenderung tidak mampu meraih kesuksesan dalam pekerjaannya dan mengalami kesulitan untuk menjalani kehidupan yang bahagia.

Jika Anda sudah mengetahui apa yang kelak bisa dialami oleh anak yang mengalami keterlambatan, apakah sebagai orang tua Anda tidak mau bertindak untuk membantu anak Anda mengatasi masalahnya ini?

Melakukan terapi secara rutin akan membantu anak yang mengalami keterlambatan. Bagi yang mengalami keterlambatan wicara, menggunakan jasa terapis wicara yang berpengalaman bisa membantu anak mengejar ketinggalannya.

Meningkatkan Kecerdasan, Daya Tangkap, Konsentrasi, Mengendalikan Emosi Anak, Memperbaiki Sistem Pencernaan & Imunitas Anak. Tidak Mengandung Gula/Pemanis Buatan, AMAN untuk Anak. Info Lebih Lanjut Silakan SMS ke 0896 9967 1737 atau Pin BBM di 25CB027F

Meningkatkan Kecerdasan, Daya Tangkap, Konsentrasi, Mengendalikan Emosi Anak, Memperbaiki Sistem Pencernaan & Imunitas Anak, Memperbaiki Sistem Syaraf Otak & Sistem Koordinasi Verbal (Wicara). Tidak Mengandung Gula/Pemanis Buatan, AMAN untuk Anak. Info Lebih Lanjut Silakan SMS ke 0896 9967 1737 atau Pin BBM di 25CB027F

Disamping itu, memberikan suplemen tanpa zat kimia, tanpa zat additive dan tanpa zat pengawet seperti KIDS 3 dan Clover Honey, bisa SANGAT MEMBANTU MEMPERBAIKI system koordinasi syaraf dan system syaraf otak pada anak, sehingga akan mempercepat anak mengejar ketinggalannya.


Mengatasi Anak dengan Autisme Tantrum

Posted on

Autisme adalah gangguan yang terjadai pada syaraf pada manusia sehingga menyebabkan gangguan perkemabangan baik secara kognitif maupun secara mental pada penyandangnya.

Penyandang autisme sebagian besar dapat dideteksi sejak dari usia balita. Mengenal autisme lebih dini dapat memudahkan orang tua untuk menangani anak autis. Sayangnya untuk mengendalikan autism pada penderita sulit dan harus waspada penuh agar penderita tidak lepas kendali.

Salah satu dari sifat autis adalah ketidakstabilan emosi yang disebut sebagai autis tantrum yang juga dikenal sebagai temper tantrum dimana emosi penderita autism akan sangat mudah naik dan dalam waktu yang sangat singkat dan juga dengan penyebab yang jelas. Hal ini tentunya mengkhawatirkan karena penderita bisa saja lepas kendali tanpa diketahui sebelumnya dan tanpa gejala yang jelas. Mengetahui sifat autis tantrum menjadi penting karena dapat mencegah dan mengatasi penderita dari luapan emosi yang meledak ledak.

Peran orang tua dalam menghadapi ledakan emosi ini sangatlah penting, ledakan ini disebabkan oleh syaraf yang mengatur emosi pada manusia terganggu sehingga “adrenaline” penderita dapat langsung memenuhi tubuh yang akhirnya menyebabkan kemarahan. Terkadang kemarahan yang muncul dapat sangat berlebihan seperti memukul, melempar barang ke orang, menyakiti diri sendiri. Mendadaknya luapan emosi ini membutuhkan peran kasih dari orang tua untuk mengerti dan mengatasi emosi yang keluar dengan tepat sehingga baik dari pihak penderita dan lingkungan tidak mengalami kerugian ataupun tersakiti.

Umum sekali jika pada fase tertentu anak akan meluapkan emosinya, namun pada penderita autism emosi yang muncul dapat muncul dan kerap terjadi akibat dari gangguan dari dalam, karena bersifat tiba tiba dan memaksa maka pentingnya orang tua untuk tetap tenang dalam menghadapi anak yang sedang marah karena jika menanggapinya dengan keras pula dapat memperparah emosi anak dan dapat merusak kestabilan jiwa anak dalam jangka panjang. Tantrum yang muncul pada penderita tidak hanya semata mata marah, kegelisahan dan sedih juga termasuk pada tantrum anak akan menangis tanpa sebab yang jelas dan sebagai orang tua satu satunya hal yang dapat dilakukan adalah menenangkan anak dan menyakinkan pada anak bahwa semuanya baik baik saja. Akibat dari ketidakstabilan emosi tersebut maka yang dapat kita lihat secara fisik adalah kemarahan anak yang merupakan manifestasi dari kepanikan dan kegelisahan anak.

Menangani tantrum yang muncul pada anak, orang tua dapat melakukan teknik menghitung yaitu menenangkan anak dengan cara menghitung. Semisal anak tiba tiba menangis maka orang tua dapat memerintahkan anak untuk berhenti menangis dengan menghela nafas panjang sambil menghitung turun dimulai dari 10. Teknik ini digunakan agar anak dapat merasa aman dan tenang sehingga dapat mengurangi kegelisahan yang bertujuan untuk menghindarkan kemarahan pada anak. Peran orang tua dan perhatian serta kesabaran orang tua memainkan peran yang besar dalam menghadapi tantrum pada anak.

Meningkatkan Kecerdasan, Daya Tangkap, Konsentrasi, Mengendalikan Emosi Anak, Memperbaiki Sistem Pencernaan & Imunitas Anak.  Info Lebih Lanjut Silakan SMS ke 0896 9967 1737 atau Pin BBM di 25CB027F

Meningkatkan Kecerdasan, Daya Tangkap, Konsentrasi, Mengendalikan Emosi Anak, Memperbaiki Sistem Pencernaan & Imunitas Anak. Info Lebih Lanjut Silakan SMS ke 0896 9967 1737 atau Pin BBM di 25CB027F

Secara rutin berikan Kids3 dan Clover Honey yang bisa membantu untuk mengendalikan perilaku agresif pada anak berkebutuhan khusus, meredam emosi anak yang tak terkendali, dan membuat anak berperilaku lebih tenang.


Clover Honey Untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)

Posted on

Clover Honey dikenal sebagai pemanis alami pengganti gula dan juga berfungsi sebagai obat alami berbagai penyakit. Oleh karena banyaknya manfaat yang dikandung oleh Clover Honey maka produk lebah ini sangatlah digemari oleh masyarakat.

Clover Honey yang memiliki rasa enak ini ternyata juga baik bagi tubuh karena dapat berfungsi sebagai antibiotik alami, untuk meningkatkan daya tahan tubuh, memperkuat sistem metabolisme dan berbeda dengan pemanis alami pada umumnya, Clover Honey tidak dapat membusuk.

Sebagai pemanis, Clover Honey banyak digunakan oleh rumah makan hingga digunakan di dalam rumah tangga sendiri. Clover Honey juga aman dikonsumsi oleh bayi maupun balita, bahkan untuk anak dengan kebutuhan khusus seperti anak penyandang autis, hiperaktif dan ADHD pun disarankan untuk mengkonsumsi Clover Honey.

Pengunaan Clover Honey untuk pemanis yang dikonsumsi anak berkebutuhan khusus adalah bentuk dari tindakan preventif karena dengan mengkonsumsi Clover Honey maka kalori yang masuk dan nutrisi yang diserap tubuh dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Clover Honey yang dikonsumsi juga secara aktif akan merangsang dan membangun imunitas dari anak, sehingga dengan masuknya Clover Honey secara teratur ke dalam tubuh membuat sistem imunitas tubuh akan dapat diperkuat.

Meningkatkan Kecerdasan, Daya Tangkap, Konsentrasi & Imunitas Anak.  Info Lebih Lanjut Silakan SMS ke 0896 9967 1737 atau Pin BBM di 25CB027F

Meningkatkan Kecerdasan, Daya Tangkap, Konsentrasi & Imunitas Anak. Info Lebih Lanjut Silakan SMS ke 0896 9967 1737 atau Pin BBM di 25CB027F

Clover Honey AMAN dikonsumsi anak berkebutuhan khusus (ABK) karena :
1. Clover Honey tidak melewati proses fermentasi
Karena Clover Honey tidak dapat membusuk maka Clover Honey sangat disarankan untuk anak berkebutuhan khusus, kandungan senyawa antibiotik yang aktif dapat menjaga sistem kekebalan tubuh dan dapat menjaga sistem pencernaan dengan baik.

2. Kaya nutrisi
Nutrisi yang dikandung Clover Honey sangatlah banyak, mulai dari karbohidrat, vitamin, mineral serta gizi yang esensial yang dibutuhkan anak selama proses pertumbuhan. Dengan mengkonsumsi Clover Honey secara teratur dan dalam takaran yang tepat maka kebutuhan gizi untuk tubuh dapat dipenuhi.

3. Aman untuk dikonsumsi diet rendah gula
Bagi orang yang menjalani diet gula atau karbohidrat rendah maka Clover Honey adalah pengganti gula yang tepat karena madu mengandung Clover Honey yang aman serta mudah untuk dicerna terutama bagi anak berkebutuhan khusus yang biasanya tidak dapat mencerna beberapa jenis makanan tertentu. Karena kandungan gula yang ramah untuk anak berkebutuhan khusus maka penggunaan Clover Honey untuk dikonsumsi dapat dikonsumsi lebih banyak dibandingkan dengan gula pasir pada umumnya.

Pemberian Clover Honey pada anak berkebutuhan khusus dapat dilakukan sebanyak 3 kali dalam sehari. Clover Honey pun dapat disajikan dengan berbagai macam bentuk, mulai dicampur dengan air, pengganti gula, dimakan langsung maupun digunakan sebagai pemanis pada minuman lainnya.
Perlu diperhatikan juga saat mengkonsumsi Clover Honey yang dicampur dengan susu dapat mengaktifkan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh sehingga tubuh akan lebih mudah menyerap nutrisi.

Meski demikian, pencampuran Clover Honey dengan air panas sebaiknya dihindari karena air panas dapat menyebabkan nutrisi pada Clover Honey dapat menghilang.


Gula vs. Autisme

Posted on

Untuk berkembang dengan optimal maka seorang anak harus memenuhi seluruh gizi dan nutrisi yang diperlukan tubuh untuk bertumbuh. Nutrisi ini dapat diambil dari menu makanan 4 sehat 5 sempurna yang mampu melengkapi sumber nutrisi anak.

Namun demikian, perlu perhatian khusus pada anak dengan autisme bahwa sumber makanan anak autis perlu dibedakan dari anak kebanyakan lainnya. Hal yang membedakan menu makanan anak autis dan anak pada umumnya adalah asupan gula.

Meningkatkan Kecerdasan, Daya Tangkap, Konsentrasi & Imunitas Anak.  Info Lebih Lanjut Silakan SMS ke 0896 9967 1737 atau Pin BBM di 25CB027F

Meningkatkan Kecerdasan, Daya Tangkap, Konsentrasi & Imunitas Anak. Info Lebih Lanjut Silakan SMS ke 0896 9967 1737 atau Pin BBM di 25CB027F

Gula pada umumnya berperan sebagai sumber energi bagi orang yang kemudian digunakan untuk tenaga bagi kegiatan sehari harinya. Namun gula yang dibutuhkan oleh anak pada umumnya ternyata tidak baik bagi anak penyandang autis. Gula yang berperan sumber tenaga ini HARUS sangat dibatasi asupannya pada anak autis karena dapat membuat perilaku anak autis semakin tidak terkendali.

Autisme sendiri adalah gangguan pada sistem syaraf yang terdapat pada otak sehingga menyebabkan berbagai gangguan seperti keterlambatan motorik (berbicara dan berpikir). Keterlambatan perkembangan ini akhinya mengakibatkan lamanya pertumbuhan baik psikologis maupun fisik penderita autisme.

Mengenai asupan gula yang tidak cocok bagi penderita autisme bukanlah berasal dari gula itu sendiri, namun kandungan di dalamnya yaitu glukosa yang terdapat pada banyak jenis makanan seperti nasi, permen, minuman bersoda, jus dan makanan lain yang tinggi karbohidrat serta gula.

Tingginya karbohidrat dalam darah penderita autis akan menyebabkan tingkat autisme semakin meningkat, layaknya menyiram bensin ke dalam api yang akan semakin membesar dan membuat otak serta syaraf tidak dapat berkembang.

Asupan karbohidrat dan gula yang tidak dikontrol akan membuat gula darah naik turun sehingga aktifitas tubuh, konsentrasi, fokus dan daya tangkap anak akan terlambat dan kelamaan akan rusak.

Bagi penyandang autisme asupan gula atau pemanis yang bersifat sintetik seperti pemanis buatan (sukrosa,dll) dapat dikategorikan sebagai racun dibandingkan dengan pemanis alami karena selain berbahaya bagi kesehatan, pemanis buatan dapat merusak tingkat gula darah bagi penyandang autis.

Agar tingkat autisme dapat dikontrol maka penyandang autisme harus menjaga porsi makanan mereka. Dengan diet yang tepat maka perkembangan otak dapat berkembang sedikit demi sedikit. Diet yang disarankan bagi penyandang autis adalah makanan yang rendah karbohidrat seperti beras merah, makanan bebas gluten (gluten free), keju, susu, mentega, kopi, mayonais dan segala jenis makanan yang mengandung lemak dan kafein.

Bahan Makanan Bebas Gluten

Selain kontrol asupan makanan yang harus dijaga dengan ketat, kondisi lingkungan dan terapi teratur harus dilakukan agar anak autis dapat berkembang. Pengajaran orang tua terhadap anak agar keahlian sosial anak autis dapat berkembang. Selain itu kebiasaan baik yang dilakukan terus menerus dapat menjadi pelajaran yang baik bagi penyandang autis. Lingkungan kondusif yang didukung dengan asupan makanan yang terkontrol akan memperbaiki autisme lebih cepat dengan hasil yang lebih baik.