Solusi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)

Posted on

Widget - ABK


Ciri-Ciri dan Mendeteksi Autisme

Posted on

Dewasa ini anak yang menyandang autisme semakin bertambah, namun sayangnya masih banyak orang tua yang sangat awam dengan gejala-gejala yang sebenarnya sudah mulai terlihat sejak anak usia dini. Akibatnya, gejala-gejala tersebut hanya didiamkan saja dan dianggap sebagai hal yang biasa pada anak atau dianggap bahwa anak sekedar mengalami keterlambatan biasa. Padahal penanganan sejak usia dini SANGAT BERPERAN PENTING untuk kebaikan anak.

Kemunculan gejala dan tingkat keparahan pada tiap penyandang autisme sangat bervariasi. Tingkat keparahan autisme umumnya ditentukan berdasarkan masalah komunikasi dan perilaku repetitif yang dialami oleh penyandang kondisi ini serta bagaimana gangguan-gangguan ini memengaruhi kemampuannya untuk berfungsi dalam masyarakat.

Secara umum, gejala autisme terdeteksi pada usia awal perkembangan anak sebelum mencapai usia tiga tahun. Karena itu, pengamatan dan tindakan yang serius di usia dini SANGAT MENENTUKAN perkembangan penyandang autisme. Jadi, JANGAN PERNAH REMEHKAN atau MEMANDANG ENTENG apabila anak sudah menunjukkan beberapa kondisi seperti yang disebutkan di bawah ini.

Berikut adalah beberapa gejala umum yang mungkin dapat membantu Anda untuk lebih waspada, terutama gejala yang menyangkut interaksi dan komunikasi sosial di bawah ini:
• Perkembangan bicara yang lamban, cenderung stagnan perkembangannya atau bahkan sama sekali tidak bisa bicara meski usia anak terus bertambah, padahal dari segi pendengaran anak tergolong normal dan baik.
• Tidak pernah mengungkapkan emosi
• Tidak peka terhadap perasaan orang lain.
• Tidak merespons saat namanya dipanggil, meski kemampuan pendengarannya normal.
• Tidak mau bermanja-manja atau berpelukan dengan orang tua serta saudara.
• Cenderung menghindari kontak mata.
• Jarang menggunakan bahasa tubuh.
• Jarang menunjukkan ekspresi saat berkomunikasi.
• Tidak bisa memulai percakapan, meneruskan obrolan, atau hanya bicara saat meminta sesuatu.
• Nada bicara yang tidak biasa, misalnya datar seperti robot.
• Sering mengulang kata-kata dan frasa, tapi tidak mengerti penggunaannya secara tepat.
• Cenderung terlihat tidak memahami pertanyaan atau petunjuk sederhana.
• Tidak memahami interaksi sosial yang umum, misalnya cara menyapa.
• Gejala Menyangkut Pola Perilaku
• Memiliki kelainan dalam pola gerakan, misalnya selalu berjinjit saat berdiri atau berjalan.
• Lebih suka rutinitas yang familier dan marah jika ada perubahan.
• Tidak bisa diam.
• Melakukan gerakan repetitif, misalnya mengibaskan tangan atau mengayunkan tubuh ke depan dan belakang.
• Cara bermain repetitif dan tidak imajinatif, misalnya menyusun balok berdasarkan ukuran atau warna daripada membangun sesuatu yang berbeda.
• Hanya menyukai makanan tertentu, misalnya memilih makanan berdasarkan tekstur atau warna.
• Sangat terpaku pada topik atau kegiatan tertentu dengan intensitas fokus yang berlebihan.
• Cenderung sensitif terhadap cahaya, sentuhan, atau suara, tapi tidak merespons terhadap rasa sakit.
Jangan tunda lagi jika terdapat tanda-tanda di atas pada anak Anda untuk menjalani penanganan sesegera mungkin agar keefektifannya meningkat.

Info dan Konsultasi: SMS/WA: 081.234.309.255 – Pin BBM: 2BFE6F71 (Tidak Melayani Telepon)

Gangguan Lain dan Autisme
Penyandang autisme umumnya juga memiliki gejala atau pengaruh dari gangguan lain, misalnya hiperaktif (ADHD), epilepsi, sindrom Tourette (kedutan berulang di area tubuh tertentu), gangguan obsesif kompulsif (OCD), depresi, gangguan kecemasan menyeluruh, gangguan belajar, gangguan sensorik, serta gangguan bipolar.

Tiap gangguan tersebut mungkin membutuhkan penanganan secara terpisah dan akan membutuhkan waktu serta proses agar perkembangannya menjadi lebih baik. Karena itu, sekali lagi, JANGAN BUANG WAKTU dan JANGAN SIA-SIAKAN WAKTU yang ada pada anak, saat sudah terdeteksi kondisi/gejala seperti di atas.


Mengenal Down Syndrome atau Sindrom Down

Posted on

Down Syndrome atau Down Sindrom, merupakan syndrome kecacatan yang diakibatkan oleh perbedaan jumlah kromosom pada manusia. Down syndrome menyebabkan gangguan pada keseluruhan fisik dan psikologi anak, secara fisik pertumbuhan anak dengan Sindrom Down dapat menyebabkan kecacatan pada bagian wajah sehingga setiap penderita down syndrome memiliki siluet wajah yang sama yaitu berwajah mongoloid. Secara psikologis penderita down syndrome memiliki jiwa dan pikiran seperti anak kecil meskipun mereka telah bertumbuh dewasa hal ini dikarenakan batasan perkembangan secara psikologis.

Penderita down syndrome dapat terjadi karena ada gangguan pada saat proses kehamilan, janin yang awalnya berkembang dengan normal dapat menjadi down syndrome akibat kondisi ibu saat hamil. Bisa saja akibat dari mengkonsumsi obat obatan tertentu yang akhirnya mengacaukan perkembangan janin atau adanya shock yang diterima ibu saat proses kehamilan, akibat dari shock yang berlebihan dapat tersalurkan ke janin yang masih dikandung sehingga menjadi penderita down syndrome.

Membedakan penderita down syndrome dapat secara langsung diketahui dengan ciri-ciri sebagai berikut :
1. Berwajah mongoloid
2. Jari jari tangan yang lebih pendek
3. Ketertinggalan mental, maksimal memiliki mental sebagaianak berusia 14 tahun
4. Memiliki IQ kurang lebih 90
5. Kemampuan sosialisasi seperti anak kecil
6. Cenderung ceria

Seluruh penderita down syndrome memiliki ciri khas yang hampir serupa antara satu dengan lainnya namun setiap pribadi tetap memiliki sifat dan kepintaran yang berbeda. Analoginya penderita down syndrome terbadi menjadi tiga tingkatan, dimulai dari tingkat bawah yaitu penderita down syndrome yang sangat sulit untuk berkembang, sulit untuk berkomunikasi dan rata rata memiliki daya tangkap yang sangat lama. Kedua down syndrome menengah yaitu penderita down syndrome yang memiliki tingkatan lebih baik dibandingkan penderita down syndrome tingkat bawah. Terakhir penderita down syndrome yang cerdas dimana meskipun mereka memiliki kecacatan namun kepintaran mereka hampir sama dengan manusia normal pada umumnya, mereka mampu untuk melakukan aktifitas sehari hari dengan mandiri tanpa bantuan orang lain meskipun mereka masih memiliki kebiasaan kebiasaan tertentu yang menjadi ciri penderita down syndrome.

Suplemen AMAN untuk Tingkatkan IMUNITAS + Maksimalkan Kinerja Syaraf Motorik Anak. Info: SMS ke 0896 9967 1737 atau Pin BBM di 25CB027F / www.ProdukMadu.com

Suplemen AMAN untuk Tingkatkan IMUNITAS + Maksimalkan Kinerja Syaraf Motorik Anak. Info: SMS ke 0896 9967 1737 atau Pin BBM di 25CB027F / www.ProdukMadu.com

Sebagai lingkungan awal penderita tumbuh yaitu keluarga, penting untuk memperlakukan mereka sebagai manusia normal. Pertama dengan memperlakukan mereka sebagai orang normal, penderita berusaha untuk menjalani hidupnya senormal mungkin sehingga mereka dengan sendirinya akan bangkit dan melakukan apa yang seperti orang lain lakukan. Kedua agar mereka mampu belajar dari orang normal disekitar mereka, pembelajaran sangatlah penting bagi penderita down syndrome karena proses belajar hanyalah satu satunya cara mereka menerima informasi dunia luar yang sangat sulit mereka dapatkan. Terakhir agar kita tidak menjadi orang yang terlalu mengasihasi atau memanjakan, bukan berarti tidak simpatik namun jika orang disekitar penderita down syndrome terlalu mengasihani justru akan melumpuhkan mereka secara perlahan karena mereka akan merasa nyaman dengan tidak berbuat apa apa sedangkan mereka sebenarnya mampu melakukan aktifitasnya dengan sendiri.


Meningkatkan Kecerdasan Anak Down Syndrome

Posted on
Suplemen AMAN untuk Tingkatkan Kecerdasan Anak. Info: SMS ke 0896 9967 1737 atau Pin BBM di 25CB027F / www.ProdukMadu.com

Suplemen AMAN untuk Tingkatkan Kecerdasan Anak. Info: SMS ke 0896 9967 1737 atau Pin BBM di 25CB027F / www.ProdukMadu.com

Down syndrome tergolong sebagai salah satu bentuk kelainan pada manusia yang terjadi karena adanya perbedaan kromosom. Tidak seperti pada umumnya penderita down syndrome memiliki perbedaan yang cukup bervariasi satu dengan lainnya, sehingga perbedaan kemampuan baik motorik maupun kognitif dari penderita juga bervariasi.

Perlu diperhatikan karena anak dengan daya tangkap yang rendah bukan berarti sama dengan penderita down sindrom. Untuk dapat mengetahui secara pastinya ada pola pola tertentu dari penderita down syndrome yang membedakan dengan orang pada umumnya.

Meskipun penderita down syndrome mengalami perkembangan yang lambat baik dari segi otak maupun kebiasaan, namun penderita down syndrome rata rata memiliki sifat yang mudah untuk bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya. Dengan demikian maka orang tua dan para pengajar dapat mudah untuk masuk ke teritori penderita dan mengajarkan cara yang tepat agar penderita mampu untuk berkembang dengan optimal.

Keterlambatan perkembangan pada anak khususnya dapat diatasi dengan terus melakukan kontak baik secara verbal maupun nonverbal, karena bayi down syndrome dapat dan dapat menikmati komunikasi meskipun bukan dalam bentuk pembicaraan tetapi dalam bentuk ocehan.

Keterbatasan down syndrome seringkali menjadi alasan utama orang tua untuk merasa iba atau kasihan sehingga sebagian besar orang tua menaruh anak pada lingkungan anak dengan kebutuhan khusus, yang justru akan menyebabkan keterlambatan mental dan psikologis akan semakin parah.

Untuk meningkatkan pengalaman pembelajaran bagi penderita adalah dengan mengkondisikan penderita sebagai orang atau anak normal. Dengan memperlakukan penderita sebagai orang yang normal maka mulai kebiasaan kebiasaan baik yang dilakukan oleh orang sekitar akan ditiru dengan mudah oleh penderita down syndrome karena pada dasarnya mereka adalah peniru yang handal.

Perlakuan normal yang dilakukan oleh lingkungan sekitar lama kelamaan akan menstimulasi syaraf dari penderita untuk terus berkembang dengan beradapatasi bersama dengan lingkungan. Selain itu metode pembelajaran yang mudah dan efektif seperti menggunakan bantuan visual dengan gambar yang menarik akan sangat membantu, pembelajaran yang rumit dengan metode yang normal akan sulit dimengerti sehingga dengan bantuan gambar maka penderita akan mudah menerima informasi.

Berlatih membaca dan berbicara adalah salah satu teknik yang dapat dilakukan untuk melatih tingkat intelegensi dari penderita karena dengan membaca dan berbicara, otak akan secara terus menerus dilatih dan diasah. Penderita akan berusaha untuk menyusun kata demi kata menjadi kalimat agar mampu dan matang untuk di komunikasikan, latihan yang menyenangkan dan secara kontinyu akan memberikan dampak yang signifikan pada down syndrome.

Pada intinya karena down syndrome memiliki tingkat sosial yang tinggi bahkan luar biasa maka gunakan kesempatan tersebut untuk melatih anak. Tingginya kemampuan sosial akan mempermudah anak untuk berkembang meskipun secara fisik daya tangkap down syndrome berada di bawah rata rata orang normal.

Untuk meningkatkan kecerdasan otak anak Down Syndrome, bisa diberikan 2 tablet Kids 3 tiap pagi yang berfungsi untuk meningkatkan fungsi dan kinerja otak, meregenerasi sel-sel baru yang sehat pada otak, dan meningkatkan daya ingat.