Teratoospermia

Posted on

Pembuahan terjadi ketika sel sperma yang dimiliki oleh pria akan masuk dan menembus sel ovum yang berada di rahim wanita. Untuk membuahi sel ovum yang berada di dalam rahim maka sperma haruslah dalam keadaan yang sehat, sperma yang tidak sehat tentunya tidak akan mampu mencapai sel ovum untuk membuahi. Sama dengan anggota tubuh lainnya sperma juga dapat mengalami kerusakan atau mengalami kelainan karena adanya faktor tertentu. Keadaan sperma yang tidak sempurna dapt mempengaruhi tingkat kesuburan pada pria, karena sperma yang mengalami kerusakan tidak akan dapat berfungsi secara normal.

Kelainan sperma yang timbul dapat berupa seperti kecacatan pada sperma itu sendiri atau kelainan volume pada sperma. Cacat fisik dapat seperti teratoospermia (teratozoospermia) yaitu penyakit sperma yang dapat menyebabkan kelainan bentuk pada sperma yang dapat mempengaruhi kesuburan pria. Penyebab dari penyakit Teratoospermia sendiri masih tidak dapat diketahui secara jelasnya, peneliti berpendapat bahwa kemungkinan terbesar adalah adanya faktor genetika dan infeksi pada testis atau buah zakar yang berfungsi sebagai penghasil sperma sehingga infeksi menyebabkan produksi sperma menjadi abnormal.

Karena mengalami perubahan bentuk sperma maka untuk mencapai pembuahan menjadi hal yang sangat sulit. Sperma pada umumnya memiliki satu kepala dan satu ekor, jika sperma mengalami teratoospermia maka sperma dpat memiliki dua ekor atau dua kepala, atau hanya dua ekor atau dua kepala adanya morfologi maka sperma tidak akan mampu berfungsi pada normalnya. Namun kelainan sperma ini sangat kecil kemungkinannya dan termasuk penyakit langka yang tidak serta merta diderita oleh banyak orang. Penyakit teratoozpermia juga dapat di atasi dengan mengkonsumsi obat. Atau mengkonsumsi makanan tertentu agar sperma yang telah mengalami kelainan dapat dicegah dan dapat di obati namun solusi tersebut tidak akan membantu hingga menyembuhkan secara total.

Faktor lain yang juga dapat menyebabkan sperma menjadi kurang berkualitas adalah :
1. Terlalu capek. Capek dan kurang istirahat akan dapat memperburuk kinerja tubuh yang berdampak pada produksi sperma yang tidak sehat.
2. Memakai celana terlalu ketat. Memakai celana yang ketat dapat menyebabkan peraliran darah dalam tubuh menyebabkan sperma tidak sehat.
3. Suhu di sekitar testis yang panas. Suhu optimal yang dibutuhkan testis untuk mereproduksi adalah 18oC, suhu yang panas dapat menyebabkan produksi sperma berkurang. Menaruh laptop di paha terlalu lama dapat menyebabkan suhu panas yang keluar dari laptop meningkatkan suhu testis dan dapat menurunkan kualitas sperma.

banner kualitas sperma

Upaya pengobatan untuk mengatasai teratoospermia juga cukup kompleks, selain pemberian vitamin tertentu dan berbagai nutrisi lain seperti anti oksidan, diet tinggi protein , HMG serta suntikan injeksi HCG bahkan juga tambahan hormone testoteron untuk memaksimalkan kualitas produksi sperma.

Penderita teratoospermia masih dapat melakukan pembuahan namun dengan melakukan perkawinan alami akan sulit karena sperma akan sulit untuk mencapai sel ovum karena terbatas oleh bentuk yang cacat.

Sehingga solusi untuk mengatasi penderita teratoospermia yang ingin memiliki keturunan adalah dengan cara kawin suntik. Dimana sel sperma akan diambil dan disuntikkan dengan sel ovum di dalam sebuah media yang dikhususkan untuk melakukan perkawinan eksternal. Selain itu program bayi tabung juga dapat menjadi jawaban atas masalah teratospermia yang terjadi pada suami, dengan demikian tidaklah menutup kemungkinan bahwa penderita teratoospermia dapat memiliki keturunan.